Saya percaya omset besar tanpa profit itu jebakan. Gak terikat satu formula — saya cari celah paling efisien buat sampai ke target, apapun channelnya..
Ini cerita lengkapnya — bukan versi singkat yang ada di homepage.
Origin Story
SMK MJPS 1, Teknik Komputer Jaringan
Jurusan saya waktu sekolah adalah jaringan komputer — bukan marketing, bukan bisnis. Gak ada yang menyangka jalannya bakal ke sini.
Retail, hospitality, dan hobi yang diam-diam serius
Setelah lulus, jalan saya nggak langsung ke marketing. Saya kerja sebagai waiter di restoran Jepang, lanjut jadi SPB di Matahari, lalu staff di minimarket Circle K. Yang beda: di luar jam kerja, saya serius belajar internet marketing sendiri — sampai hobi itu yang akhirnya membawa saya masuk ke Sheika Hijab (sekarang Sheikalova) sebagai digital marketer.
Resmi jadi SPV Advertiser, CV Sheikalova
Pegang budget Rp120 juta/bulan, belajar lewat coba-salah langsung di akun iklan client. Berhasil naikkan leads 120% dan closing rate dari 20% ke 35%.
Naik jadi Leader, pegang 6 brand sekaligus
Membawahi tim lintas disiplin — Customer Service, Advertiser, Admin — untuk 6 brand berbeda. Titik saya mulai belajar bukan cuma eksekusi, tapi juga memimpin orang.
Berani keluar, bangun sendiri
Merintis agensi sendiri dari modal Rp8 juta.
Freelance, lintas platform
Kerja lintas brand UMKM Tasikmalaya, di Shopee, Meta Ads, TikTok Shop.
SPV Ads Performance di Upscale, sambil diam-diam bangun sendiri
Mulai pegang portofolio klien lebih besar di Upscale — riset mendalam, A/B testing, cari formula konten winning. Di saat yang sama, saya tetap freelance menangani brand lain di luar jam kerja — termasuk Atva dan Heavenly Dental, dua brand yang sekarang jadi bagian dari portofolio agensi saya sendiri.
Brighty, akun terbesar
Full funnel dari TOFU sampai BOFU di semua platform, sambil jaga ROAS dan GMV tetap sesuai target.
Pola yang saya lihat berulang
Tujuh tahun menangani banyak brand ngajarin saya bahwa kesalahan yang bikin bisnis rugi itu jarang soal strategi besar — biasanya soal hal kecil yang dibiarkan terlalu lama.
Budget iklan yang telat di-top up sampai kampanye mati — dan ROAS-nya malah kelihatan naik saat itu terjadi, padahal itu sinyal palsu.
Affiliate atau konten yang performanya turun, dibiarkan tanpa evaluasi sampai volume-nya anjlok dan baru ketahuan telat.
Milih creator berdasarkan jumlah followers, bukan histori konversi — reach besar, closing kecil.
Semua channel dipukul rata pakai strategi yang sama, padahal tiap satu butuh pendekatan beda.
Kerja sama dengan saya, kamu dapat orang yang udah lihat pola-pola ini berulang — bukan cuma orang yang jago bikin iklan.
Yang saya kuasai
Hard Skill
- Meta Ads
- TikTok Ads
- Google Ads
- Tools Spy & Analisis
- Copywriting
- Landing Page
- SEM
- CRM
- Google Sheets
- WordPress
- Optimasi Marketplace
Soft Skill
- Leadership
- Analisa
- Strategi Marketing
- Public Speaking
- Adaptif
- Kemandirian Belajar & Bertumbuh
Sisi Personal
16 dari 24 jam sehari, saya jarang jauh dari laptop bukan nya sok sibuk. Buat saya, performance marketing bukan cuma pekerjaan — ini tanggung jawab untuk menyebarkan manfaat yang lebih luas, buat saya dan orang-orang di sekitar saya. Ketika ada klien yang tumbuh, saya senang bukan cuma karena kerjaan saya berhasil dan saya dibayar — tapi karena saya yakin itu membuka lapangan kerja baru dan jadi rezeki buat orang lain.